Kapolri Listyo Sigit: Kasus Sambo hingga Kanjuruhan Menguras Fisik

POTRET BERITA — Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengaku, jika rentetan kasus yang membawa nama sejumlah petinggi kepolisian, telah menguras fisiknya. Di mana kasus-kasus tersebut di mulai dari kasus Ferdy Sambo, tragedi Stadion Kanjuruhan hingga kasus peredaran narkoba Irjen Teddy Minahasa.

Listyo berujar, jika hal ini dia lakukan demi mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

“[Kasus TM, FS, dan Kanjuruhan menyita fisik] memang itu fakta yang kita hadapi,” ujar Listyo dalam acara Blak-blakan detikcom , Senin (31/10).

Listyo mengungkapkan, bahwa selama hampir dua tahun ini, Polri telah berupaya melaksanakan program transformasi menuju Polri yang presisi. Di mana upaya seperti diskusi dengan masyarakat  pun dilakukan guna memperbaiki citra dari institusi Polri.

“Ya memang kemudian di situlah kita melakukan pembenahan-pembenahan,” ungkapnya.

Listyo juga mengatakan, peristiwa-peristiwa besar yang belakangan ini terjadi sangat mempengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap Polri. Dia melanjutkan, bahwa hal tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus segera ditangani bersama-sama.

“Yang tadinya seluruh anggota kita semua bekerja keras alhamdulillah kita sempat mencapai titik tertinggi, kemudian tiba-tiba jatuh. Ini tentunya menjadi PR bersama. Memerlukan effort untuk bisa mengembalikan,” katanya.

Oleh karena itu, ia menjelaskan bahwa menjaga dan memotivasi anak buah harus selalu dilakukan Listyo demi mengembalikan tingkat kepercayaan publik ke titik tertinggi.

“Hampir 3 tahun kita bekerja keras kemudian jatuh hanya karena masalah 3 kasus ini dan mudah-mudahan,” ucapnya.

“Peristiwa yang ada ini apalagi peristiwa berikutnya yang kita segera ambil langkah ini bagi kami tentunya bagian dari upaya kita untuk mempercepat transformasi supaya kita bisa kembali,” imbuhnya.

Kasus yang masih bergulir

Yang masih menjadi perhatian publik secara luas, yakni kasus dugaan pembunuhan berencana yang dilakukan mantan Kadiv Propam Mabes Polri Ferdy Sambo kepada ajudannya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Dalam kasus ini, Sambo sendiri sudah dipecat dari kedinasan Polri. Saat ini, kasus memasuki babak baru, yakni sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kemudian, personel kembali terlibat dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 135 suporter Arema FC. Dalam insiden ini, banyak korban meninggal dunia yang tak lepas dari dampak gas air mata yang ditembakkan polisi ke arah penonton.

Kabag Ops Polres Malang Kompol WSS, Danki III Brimob Jatim AKP H dan Kasat Samapta Polres Malang AKP BSA sudah menjadi tersangka.

Lalu yang terbaru, kasus Irjen Pol. Teddy Minahasa. Di mana dia ditangkap terkait kasus peredaran narkoba dan ditetapkan tersangka. Ia diduga menjadi pengendali penjualan narkoba seberat lima kilogram.